Menyesak Kabar Duka Pasien Corona Wafat saat Isoman Makin Banyak - POSAKTUAL.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyesak Kabar Duka Pasien Corona Wafat saat Isoman Makin Banyak

Angka pasien COVID-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri meningkat. Tim Lapor COVID-19 mencatat hingga Minggu (11/7) terdapat 450 orang meninggal. 

POSAKTUAL.COM - Kabar duka yang menyesakkan dada masih terus menyeruak di tengah pandemi Corona ini. Ratusan pasien Corona dilaporkan wafat saat sedang menjalani isolasi mandiri.

Kabar duka itu dilaporkan oleh kelompok relawan pemantau perkembangan Corona, LaporCovid-19. LaporCovid-19 melaporkan data terbaru pasien Corona yang wafat di luar fasilitas kesehatan (faskes). Para pasien isoman kebanyakan tak bisa memperoleh perawatan di RS karena penuh.
 
Data tersebut menunjukkan ada 547 orang yang meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri (isoman). Data tersebut ditampilkan lewat dashboard quick count lacak kematian isoman dan di luar RS. Per 14 Juli 2021 pukul 10.19 WIB, LaporCovid-19 menerima laporan 547 pasien Corona yang meninggal dunia saat isoman.

Dalam data tersebut, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus kematian pasien isoman tertinggi. Tercatat ada 209 orang yang meninggal ketika isoman di Jawa Barat. Kemudian 104 orang meninggal di Yogyakarta, 65 orang di Banten, 63 orang di Jawa Timur, 51 orang di DKI dan 36 orang di Jawa Tengah.

Kemudian, di Sleman ada 64 orang, Kabupaten Tangerang ada 41 orang, Kabupaten Bogor ada 40 orang, Tasikmalaya ada 23 orang, dan Gresik ada 21 orang.

Kendati demikian, angka tersebut tidak menggambarkan penambahan persis hari ini.

"Angka tidak menggambarkan penambahan persis hari ini, karena temuan hasil lacak kematian juga tetap dicatat walaupun tanggal kejadian kematian sudah lewat selagi masih dalam rentang bulan Juni 2021 dan seterusnya," tulis LaporCovid-19 dalam keterangannya, Rabu (14/7).

Imbauan Satgas

Sebelumnya, Satgas COVID-19 juga merespons maraknya pasien Corona yang wafat saat isoman. Satgas mengimbau warga yang tidak mampu menjalani isolasi mandiri agar mendatangi fasilitas yang dapat memberi pelayanan. Dengan demikian, bahaya kematian bisa dihindarkan.

"Kalau tidak mampu untuk melakukan isolasi mandiri, maka lakukan isolasi di tempat yang disediakan oleh pemerintah supaya bisa mendapatkan pengawasan dan penanganan yang baik," kata juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito kepada wartawan, Minggu (11/7/2021).
 
Dihubungi terpisah, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, menilai kematian orang yang terpapar COVID-19 memang banyak faktornya. Di antaranya karena pasien mengalami pemburukan kondisi saat isolasi atau perawatan.

"Kalau terkait kematian banyak hal ya, bisa saja karena faktor ada penyakit komorbid misalnya ada (penyakit) jantung atau bisa juga perburukan dari kasus COVID-19-nya," ucap dr Nadia.

Nadia menyebut, jika orang terpapar COVID-19 memiliki riwayat penyakit penyerta atau mengalami pemburukan kondisi kesehatan lebih baik dibawa ke rumah sakit rujukan COVID-19. Dia menegaskan bahwa yang mestinya isolasi mandiri adalah orang terpapar COVID-19 dengan gejala ringan.

"Yang melakukan isoman adalah orang yang dengan gejala ringan, tanpa sesak," ucapnya.[detik]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close