Pengakuan Jurnalis Palestina Usai Dibebaskan dari Tahanan Israel



[POSAKTUAL.COM] Salah satu jurnalis Palestina Diaa al-Kahlout (37) dibebaskan dari tahanan Israel. Kahlout mengatakan dia mengalami kondisi yang sulit dan berat usai penangkapannya.

Dilansir AFP, Rabu (10/1/2024), pembebasan jurnalis Palestina itu dilaporkan oleh The New Arab, media milik Qatar yang berbasis di London, Inggris. Dilaporkan bahwa jurnalis itu menghadapi penyiksaan selama lebih dari sebulan dalam tahanan.

Diaa al-Kahlout merupakan salah satu dari puluhan warga Palestina yang ditahan oleh pasukan Israel dan ditelanjangi di Gaza utara bulan lalu. Kahlout kini telah dibebaskan kembali ke wilayah Palestina.

Dalam laporan itu, Kahlout mengatakan kepada The New Arab bahwa dia menghadapi kondisi yang sangat berat dan sulit setelah penangkapannya. Pria berusia 37 tahun itu mengatakan dia telah dipukuli dan disiksa.

"Saat saya ditahan, tentara Israel berkerumun di sekitar saya, sebelum mereka menyumbat saya dengan selotip sehingga saya tidak dapat berbicara," kata Kahlout.

Sementara Reporters Without Borders (RSF) yang berbasis di Paris mengatakan setelah penangkapannya, jurnalis tersebut ditahan sebentar di penjara Eshel di Israel dan menjadi sasaran penyiksaan.

Dalam rekaman bulan lalu, para pria termasuk Kahlout ditelanjangi hingga hanya mengenakan pakaian dalam, dan beberapa di antaranya tampak menyerahkan senjata. Rekaman itu disiarkan oleh media Israel yang melaporkan dugaan penyerahan diri militan Hamas.

Klip-klip tersebut memicu kemarahan di media sosial, dan Hamas menyangkal orang-orang tersebut adalah anggota sayap bersenjatanya.

Tentara Israel mengatakan mereka sering menelanjangi orang-orang yang dianggapnya dapat menimbulkan ancaman untuk memastikan mereka tidak membawa senjata atau bahan peledak.

RSF mengatakan Israel telah menangkap total 38 jurnalis Palestina sejak 7 Oktober dan saat ini menahan 31 orang.

"Intimidasi ini, teror ini, upaya tanpa henti untuk membungkam jurnalisme Palestina, baik dengan rantai, peluru atau bom, harus dihentikan," kata Jonathan Dagher, kepala RSF untuk Timur Tengah.

"Kami menyerukan pembebasan segera semua jurnalis yang ditahan dan segera memberikan perlindungan kepada mereka," tambahnya.
 
sumber: detik

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com | Folow Threads: https://www.threads.net/@kontenislam

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Ikuti Kami Di Goole News : Google News Konten Islam