Dosen Wanita UMI Makassar Ungkap Momen Dipukul dan Ditendang Dosen Pria - POSAKTUAL.com -->

Dosen Wanita UMI Makassar Ungkap Momen Dipukul dan Ditendang Dosen Pria

Tangkapan layar video viral penganiayaan dosen wanita UMI Makassar oleh dosen pria bernama Muhajjir (dok. Istimewa). 

POSAKTUAL.COM - Seorang dosen wanita yang juga Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Hadawiyah mengungkap momen saat dirinya dipukul hingga ditendang oleh dosen pria bernama Muhajir. Aksi penganiayaan itu dilakukan Muhajjir di hadapan para mahasiswa Hadawiyah.

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan Muhajjir terhadap Hadawiyah ini terjadi pada Senin (22/2) lalu di Prodi Ilmu Komunikasi UMI. Saat itu Hadawiyah tengah memberikan arahan kepada mahasiswanya.

"Dia (Muhajjir) tiba-tiba muncul dan minta saya masuk (ruangan). Saya bilang, 'kamu tidak boleh begini, saya selesaikan dulu pengarahan saya dengan mahasiswaku'. Dia teriak terus, 'masuk, masuk', dia dorong saya, saya terpelanting masuk (ruangan)," ungkap Hadawiyah saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (23/2/2021).

Saat dibentak dan didorong masuk ke dalam ruangannya, Hadawiyah sempat meminta Muhajjir untuk tidak mendorongnya. Dia juga mengingatkan Muhajjir bahwa dirinya seorang wanita. Bukannya sadar, Muhajjir malah terus menyerang Hadawiyah.

"Lalu dia tendang saya dan pukul saya dengan botol air minum. Mahasiswa yang melihat langsung tahan," katanya.
 
Tak sampai di situ, Hadawiyah yang berusaha menyelamatkan dirinya ke ruang dekan tetap dikejar Muhajjir. Hadawiyah berharap agar para pria ke depan tidak lagi dengan mudah melakukan kekerasan terhadap perempuan.

"Semoga ini menjadi pembelajaran bagi laki-laki yang melakukan kekerasan fisik pada perempuan, apalagi di dalam kampus," imbuhnya.

Hadawiyah mengungkapkan, sebelum peristiwa penganiayaan menimpa dirinya pada Senin (22/2) lalu, dia bersama sejumlah tenaga pengajar UMI sempat melakukan rapat daring. Dalam rapat itu, Muhajjir yang merupakan dosen di Prodi Sastra tiba-tiba menuliskan komentar di dalam chat room yang meminta Hadawiyah mundur dari jabatannya sebagai Kaprodi Ikom UMI.

"Semua orang punya persepsi, kata-kata itu adalah kata yang tidak bagus yang dia ucapkan, dan ini chat dan tidak ada prolognya. Saya akhirnya foto (komentar Muhajjir) dan kasih masuk di WA grup pimpinan," kata Hadawiyah.

Hadawiyah langsung menanyakan maksud komentar Muhajjir di dalam rapat daring itu. Secara khusus, dia menanyakan kepada Muhajjir hendak ingin maju sebagai pimpinan prodi Komunikasi UMI. Atas pertanyaan itu, Muhajjir berkilah bahwa tidak ingin menduduki jawabatan itu, namun berkomentar ke Hadawiyah bahwa dia melihat Hadawiyah bekerja sendiri memimpin Prodi Komunikasi UMI.

Dalam perbincangannya dengan Muhajjir, Hadawiyah sudah merasa adanya ancaman yang terlontar dari tulisan Muhajjir kepadanya. Dalam tulisannya Muhajjir meminta maaf dan menyebut akan ke kampus UMI untuk menemui Hadawiyah secara langsung. Dia langsung menanyakan apakah kalimat yang dilontarkan oleh Muhajjir mengandung unsur ancaman kepada dirinya.

"Dia menulis 'minta maaf memang meka (saya), karena sebelum saya ke kampus'. Saya bertanya apakah apakah ini ancaman? Jangan sampai saya salah persepsi tetapi tidak jawab," terangnya.
 
Puncaknya pada Senin (22/2) kemarin, Hadawiyah yang saat itu sedang memberikan pengarahan di hadapan mahasiswa langsung dihardik oleh Muhajjir. Di hadapan mahasiswa, Muhajjir meminta Hadawiyah masuk ke dalam ruangan dengan suara tinggi sehingga penganiayaan terjadi.[DETIK]


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close