Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Begini Penjelasan Luhut - POSAKTUAL.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Begini Penjelasan Luhut

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menghadiri pertemuan COP 21 Paris, Prancis di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (2/12/2015). Jokowi mengatakan, acara COP21 ini dihadiri oleh pemimpin dari 150 negara. Di forum itu, Indonesia memberikan dukungan kepada COP21 yang berkomitmen terhadap isu perubahan iklim. 

POSAKTUAL.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu menggaungkan benci produk asing. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan alasan di balik pernyataan tersebut.

Menurutnya, pernyataan itu dibuat demi meningkatkan semangat penggunaan komponen dan barang dalam negeri. Luhut bercerita, Jokowi benar-benar ingin menegaskan ke semua pihak untuk lebih sadar menggunakan produk dan komponen dari dalam negeri.
 
"Langsung ngomong, kita harus benci lah itu (produk luar negeri)... itu maksudnya untuk membangun spirit. Jangan salah mengerti. Presiden bilang ke saya, 'biar Pak Luhut, harus kita gigit sekali-kali', biar kita sadar gitu lho," kata Luhut dalam Rakernas BPPT 2021 yang disiarkan via YouTube, Selasa (9/3/2021).
 
Awalnya, Luhut bicara soal barang yang masih diimpor padahal sumber dayanya banyak di Indonesia. Aspal misalnya, meski ada pasokan aspal Buton, menurutnya masih ada aspal diimpor.

"Kami bicara aspal misalnya, kita ngapain pak impor aspal? Terbesar aspal kita di Buton. Presiden katanya setuju, kita gas aja pak," ujar Luhut.
 
Setelah itu dia mengungkapkan pipa juga masih sering diimpor padahal bisa digunakan di dalam negeri. Pertamina salah satu pihak yang blak-blakan diungkap Luhut masih sering impor pipa. Luhut pun menyebut Pertamina ngawur karena masih melakukan impor pipa.

"Ini kayak pipa juga, pipa ramai sama beliau ini. Pertamina ngawurnya minta ampun, masih impor pipa, padahal bisa dibuat di Indonesia. Idealisme kita ini ke mana gitu," ungkap Luhut.

Luhut juga sempat mencolek Menteri Perdagangan M Lutfi soal penggunaan produk dalam negeri. Apa katanya?

Soal penggunaan produk dalam negeri, Luhut juga sudah berpesan kepada Menteri Perdagangan M Lutfi, untuk tidak asal memberikan rekomendasi impor suatu barang. Apabila bisa diproduksi di dalam negeri, oleh BPPT misalnya, maka jangan langsung diberikan izin impor.

"Ke Menteri Perdagangan juga sekarang saya bilang paten. Saya bilang ke Mendag, 'Fi lu jangan mau impor-impor itu, tanya gue dulu.' Jadi apa yang tidak bisa dibikin, tanya dulu ke BPPT dulu," kata Luhut.
 
Dia berpesan memang produk hasil dalam negeri tak selalu langsung hebat kualitasnya. Maka dari itu bila ada kurang sedikit, akan diperbaiki dan dievaluasi.

"Kalau kurang-kurang sedikit BPPT ya sudah lah. Kan di luar negeri pernah salah juga, masa mau langsung bagus," ujar Luhut.

Luhut mengatakan apapun yang bisa dibuat di dalam negeri, maka harus diproduksi di dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak penggunaan produk dalam negeri.

"GeNose lah, mobil apa lah, apa lah semua ini yang bisa dibikin di dalam negeri, dibuat aja di dalam negeri. Kita sepakat itu," ujar Luhut.

sumber: detik.com

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close