Artis Indonesia Inisial P Diduga Terlibat Kasus Pencucian Uang Rp4,4 Miliar, Siapa Tuh?

 

POSAKTUAL.COM - Ada dugaan seorang artis berinisial P terlibat dalam modus pencucian uang senilai Rp4,4 triliun. Kabar tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pendiri IAW Iskandar Sitorus.

Temuan tersebut diduga merupakan praktek pencucian uang, dengan melibatkan beberapa  petinggi daerah, termasuk menyeret nama artis tanah air.

“Ada satu perusahaan yang sahamnya seratus persen milik pemerintah provinsi dan bank daerah yang ada di Indonesia, mengalirkan dana yang bernama biaya komisi,” ungkap Sitorus dikutip cianjur.suara.com dari Youtube Cumi-Cumi, Rabu (22/3/2023).
 
Berdasarkan dari data perusahaan biaya komisi tersebut, diberikan kepada beberapa pejabat di daerah periode 2018 - 2022.
 
“Diberikan kepada para Gubernur, saham terbesar itu milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ungkap Sitorus.

Namun setelah ditelusuri kalau uang tersebut dalam bentuk bisnis, dengan contoh skema pembagian komisi yang cukup unik.
 
“Contoh perusahaan ini untung Rp100 miliar tetapi komisi pihak pemerintah daerah Rp700 miliar, akumulasi selama lima tahun jadi Rp4,405 triliun,” terang Sitorus.
 
Sitorus pun membeberkan bentuk bisnis yang dimaksud.

“Berbentuk pusat kebugaran dan kecantikan, skin care, butik dan pet shop,” bebernya.

Bisnis tersebut tumbuh dari tahun 2018 hingga 2022, dengan menggaet para selebritis untuk sebagai endorse terhadap produk-produk mereka.

Iskandar Sitorus juga mengatakan kalau salary dari artis yang mendapatkan endorse itu, berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar per bulan.

“Untuk mbak  P tidak lagi meneruskan pola-pola demikian supaya tidak sukses orang-orang jahat ini mencuci uang hitamnya menjadi putih,” ungkapnya.
 
Bukan hanay artis berinisial P saja yang ikut terseret dalam kasus dugaan pencucian uang tersebut. Ada juga beberapa nama artis lainnya yang akan ditelusuri, terkait dengan dugaan kasus yang sama.

Sitorus mengatakan kalau hal tersebut sudah dilaporkan kepada KPK agar bisa langsung segera ditelusuri.

Sumber: suara

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com | Folow Threads: https://www.threads.net/@kontenislam

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Ikuti Kami Di Goole News : Google News Konten Islam